Azrul Ananda Menceritakan Awalannya Tidak Tertarik Mengurus Persebaya

Posted on

Jakarta – Figur Azrul Ananda adalah satu antara demikian unsur yang dapat membuat Persebaya Surabaya bangun dari banyak bagian. Tetapi, pernyataan mengagetkan terlontar, jika dahulu dia pernah tidak ada niatan untuk mengurus team kebanggaan Bonek itu.

Tahun ini adalah yang ke-4 buat Azrul Ananda memegang untuk Presiden Persebaya. Banyak perkembangan yang dia kerjakan, intinya dari sisi finansial.

Penggemar bola basket serta pencetus sekaligus juga Direktur Penting PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia itu menceritakan, sempat 2x menampik saran beberapa faksi supaya ingin jadi orang nomor satu di team berjuluk Green Force itu.

Lewat podcast di kanal YouTube Green Nord, Azrul menceritakan sesungguhnya didapati oleh pemilik lama club. Tetapi, dia memperjelas menampik mengurus Persebaya sekitar 2x di pertemuan.

“Sampai ini hari saya masih seringkali diberi pertanyaan orang, mengapa ingin mengambil pindah Persebaya, satu, riwayat keluarga saya dekat sama Persebaya, ayah saya dahulu Ketua Umum Persebaya, sempat mempertaruhkan warisan saya untuk Persebaya,” kata Azrul.

“Ia (Dahlan Iskan) benar-benar Bonek, kemungkinan ia orang paling Bonek di keluarga saya. Tetapi, waktu proses lembaga menggantikan Persebaya, ayah saya tidak paham benar-benar, sebab banyak ke luar negeri dan sebagainya.”

“September 2016, saya didapati pemilik lama Persebaya. Saat itu saya langsung tolak, saya tidak tertarik benar-benar, saya sedang asyik dengan aktivitas saya, ada bola basket. Jadi, saya sah menampik mengurus Persebaya 2x di pertemuan,” katanya lagi.

Takut Persebaya Diurus oleh Orang yang Punyai Arah Bukan untuk Kebaikan Club

Walau mendapatkan penampikan terus dari Azrul Ananda, pemilik lama Persebaya tidak stop lakukan dialog intensif dengan perwakilan lembaga Azrul.

Lewat alasan masak, Azrul Ananda pada akhirnya siap mengurus Persebaya. Faktanya, dia takut Persebaya jatuh ke tangan orang yang tidak ikhlas meningkatkan club kebanggaan masyarakat Surabaya itu.

“Sebagai wakil saya waktu ialah Mas Candra Wahyudi yang saat ini jadi Direktur team, beliau terus lakukan dialog intensif dengan Persebaya,” kata Azrul meneruskan ceritanya.

“Saya mengawasi keadaan yang berlangsung baik di Surabaya atau PSSI, saat itu kan menanti Munas, Kongres dan sebagainya. Saya bicara dengan Mas Candra, ada kecemasan dari saya.”

“Kecemasan saya ialah jika Persebaya diurus oleh beberapa orang yang maksudnya bukan murni meningkatkan Persebaya untuk lembaga karieronal, Persebaya dapat terancam lagi.”

“Masyarakat Surabaya cemas dengan imej lama. Jadi, diperlukan pengelola yang dapat mengganti imej Persebaya, yang karieronal, keinginan Bonek yang ingin team ini bertambah baik,” katanya lagi.

Loyalitas Si Presiden Persebaya

Azrul Ananda lalu terdorong. Dia langsung lakukan analisa dari beberapa bagian, khususnya tentang finansial serta gagasan periode panjang Persebaya, bagian mana yang perlu diperbarui.

Dia sadar benar jika Persebaya berpotensi besar menjadi club yang mapan, baik itu dengan cara lembaga atau prestasi. Tetapi, loyalitas penting yang diusung Azrul yaitu masalah tempat.

Sudah diketahui, pernah ada wawasan untuk mengalihkan homebase Persebaya di luar Surabaya. Oleh karenanya, penskalaan dilaksanakan dan tetek bengek otoritas serta sebaginya hingga Bajul Ijo dapat terus bertempat di habitat aslinya, yaitu di Surabaya, Jawa Timur.

“Saya bikin loyalitas, bukan diharap, jika Persebaya tidak saya jual ke faksi luar. Jika tidak mampu, silahkan lakukan saja,” tuturnya lagi.

Sumber: YouTube/GreenxNord 27

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *