Inter dan Atalanta Sodok Tiga Besar Juventus Mesti Waspada

Posted on

Inter dan Atalanta Sodok Tiga Besar Juventus Mesti Waspada – Inter Milan tak menyia-nyiakan laga melawan SPAL untuk menggeser posisi Atalanta di peringkat ke 2 klasemen sementara Serie A 2019/2020. Tim asuhan Antonio Conte itu menang telak 4-0 atas tim juru kunci Serie-A SPAL. Skor hingga jeda pada pekan ke 33 yang digelar di Stadio Paolo Mazza dinihari WIB itu adalah 1-0 untuk keunggulan Il Nerazzurri.

Inter dan Atalanta Sodok Tiga Besar Juventus Mesti Waspada

Inter dan Atalanta Sodok Tiga Besar Juventus Mesti Waspada

Gol itu tercatat di menit ke 37 lewat tembakan keras yang dilepaskan Antonio Candreva. Gol kedua Milan tercipta di menit ke 55 lewat Biraghi. Milan menambah keunggulan menjadi 3-0 di menit ke 60. Gol ini berawal dari operan Biraghi yang diselesaikan dengan tandukan oleh Alexis Sanchez. Milan semakin perkasa atas tuan rumah. Roberto Gagliardini tidak menyia-nyiakan umpan dari Ashley Young, dan membuat Milan unggul 4-0 di menit ke 74.

Tiada lagi gol tercipta, hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga berakhir, skor 4-0 tetap bertahan menjadi milik Inter Milan. Kemenangan menjadikan Inter Milan mengumpulkan poin 71 dan berada di posisi kedua klasemen sementara La Liga, menggeser posisi Atalanta ke posisi ketiga dengan 70 poin. Masih menyisakan 5 laga, bukan tidak mungkin Milan nantinya bakal mengkudeta Juventus di puncak klasemen. Saat ini Juventus di puncak dengan poin 77.

Dengan 6 gol yang dibuat tim asuhan Gian Piero Gasperini itu

Konsistensi Nerazzurri terlihat, karena pada laga sebelumnya, mereka menang 3-1 atas Torino.
Pada laga sebelum bentrok Torino, Milan sempat goyah karena keok 1-2 dari Bologna dan cuma bermain seri 2-2 dengan Verona. Inter Milan menunjukkan konsistensinya. Dan menarik untuk dibandingkan dengan rivalnya Atalanta yang disebut-sebut sebagai “mengerikan banget”. Melakoni pekan ke 33 Serie A Atalanta membekuk tamunya Brescia dengan skor 6-2.

Milan panen produktivitas gol. Gol yang dicetak La Dea di musim ini mendekati angka 100. Hingga pekan ke 33 itu, La Dea sudah membukukan 93 gol. Football Italia mencatat tidak ada tim Serie A yang mampu mencetak hingga 93 gol dari 33 laga sejak 1958. Catatan lain, Opta, mengatakan La Dea menjadi salah satu dari dua tim yang mampu setidaknya membukukan 93 gol dalam enam dekade terakhir di Serie A.

Satu tim lainnya yang dimaksud adalah Napoli dengan 94 gol dari 38 laga. Atalanta paling sering berpesta gol. Opta juga mencatat (termasuk yang terbaru) Atalanta sudah empat kali membukukan 6 gol dalam satu laga di musim ini. Tidak ada tim manapun di antara lima liga top Eropa musim ini yang mampu berbuat seperti itu. Musim ini Atalanta memang menorehkan catatan terbaiknya. Di musim ini mereka sudah membukukan 21 kemenangan. Jumlah tersebut sama dengan jumlah kemenangan terbanyak yang dibuat sebuah klub di Liga Italia yang pernah dibuat pada musim 2016/2017.

Termasuk yang terbaru Atalanta juga mencatat 16 kali kemenangan beruntun. Sinar mereka bukan saja bersinar di Serie A, tetapi “Sang Dewi” secara mengejutkan juga mampu menembus delapan besar. Jika ditelaah lebih jauh, Atalanta bukanlah tim yang dihuni oleh para pemain bintang. Namun Gasperini yang diangkat menjadi manajer sejak 2016, mampu mengolah para punggawanya menjadi tim yang solid.

Liga Champions yang akan bertemu dengan Paris Saint-Germain bulan depan

Para punggawa Atalanta hanyalah senilai 93 juta euro (data dari CIES Football Observatory). Sila Anda bandingkan dengan nilai pemain Inter Milan yang 364 juta euro, apalagi dengan Juventus yang bernilai 719 juta euro. Sangat jauh berbeda Posisi Atalanta bahkan juga “kalah” dari Sampdoria yang berada di peringkat ke 15 nilai pemain dengan 160 juta euro. Gasperini juga dinilai lihai berbisnis.

Atalanta dikenal mempunyai akademi yang terbaik di negeri Pizza. Jebolan akademi mereka banyak diincar tim-tim besar di negeri Pizza. Setelah membangun dan menghasilkan produk-produk, Gasperini menjualnya dengan harga mahal. Lantas, uang hasil penjualan jebolan akademi itu dibelikan lagi punggawa-punggawa yang berharga murah. Jadi kecerdikan Gasperini selain mengelola para pemainnya yang bukan bintang menjadi tim yang solid dan lihai berbisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *